Nuh (Ibrani: נוֹחַ, Nūḥ; Tiberias: נֹחַ; Arab: نوح) (sekitar 3993-3043 SM) adalah seorang rasul yang diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Quran. Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern. Namanya disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru dan 43 kali dalam Al-Quran.
Menurut Al-Qur'an, ia memiliki 4 anak laki-laki yaitu Kanʻān, Sem, Ham, dan Yafet. Namun Alkitab hanya mencatat, ia memiliki 3 anak laki-laki Sem, Ham, dan Yafet. Kitab Kejadian mencatat, pada jamannya terjadi air bah
yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga
anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut. Setelah air bah reda, keluarga Nuh kembali me-repopulasi bumi.
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Syria
yang artinya “bersyukur” atau “selalu berterima kasih”. Hakim berkata
dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, nama aslinya adalah Abdul Ghafar (Hamba dari Yang Maha Pengampun).
Sedangkan menurut kisah dari Taurat nama asli Nuh adalah Nahm yang kemudian menjadi nama sebuah kota, kuburan Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm.
Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.
Dalam agama Islam, Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Ia merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Metusyalih Mutawasylah (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.
Nuh hidup selama 950 tahun. Ia mempunyai istri bernama Wafilah, sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kanʻān, Yafith, Syam dan Ham.
Nuh adalah Rasul Allah yang pertama yang diutus ke atas bumi ini, sedangkan Adam, Syits dan Idris yang diutus sebelumnya hanyalah bertaraf Nabi saja, bukan sebagai Rasul karena mereka tidak memiliki umat atau kaum.
Dari Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 tahun sepeninggal Nabi Adam AS, sedangkan menurut Ahli Kitab dia lahir
140 tahun sepeninggal Nabi Adam. Dia adalah utusan yang pertama yang
diutus untuk umat manusia. Penduduk yang diserunya dikenal dengan Banu Rasib.
Dari Ibnu Abi Hatim : Abu Umamah
mendengar seorang berkata kepada Nabi “Wahai Utusan Tuhan, apakah Adam
seorang Nabi?” Nabi menjawab “Ya”. Orang tersebut bertanya lagi: “Berapa
Lama antaranya dengan Nuh?” maka Nabi Menjawab “sepuluh generasi”
Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh
diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah
120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia
berumur 600 tahun, dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350
tahun.
Ibnu Abi Hatim dari Urwah bin Al Zubayr bahwa Wadd, Suwa, Yaghuth, Ya’uq dan Nasr adalah anak nabi Adam. Wadd adalah yang tertua dari mereka dan yang paling saleh di antara mereka.
Ibnu
Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Isa menghidupkan Ham bin Nuh, dia
bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal
di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa
panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.
Migrasi dari Suq Thamanim ke Babylonia
Ibnu
Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia
kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal
yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota
delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman
yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.
Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh
membangun kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan.
Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya
dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata ”ketika Suq Thamanin menjadi
penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut”.
Abd al Ghafar menceritakan ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada hari Ashura.
Doa Nuh kepada Keturunannya
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nuh mendoakan ketiga putranya. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh
mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari
keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan
Sam.
Ketika Nuh
menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan Kush
menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat
usianya lanjut.
Ibnu
Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih,
Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham
menurunkan bagsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.
Anak Nabi Nuh a.s.
Kanʻān bin Nuh
Dari keempat putra Nuh,
hanya tiga orang yang selamat dari bencana banjir, karena taat serta
mengikuti ajaran yang dibawa ayahnya. Adapun seorang anaknya lagi yang
tertua, yaitu Kan'an, tewas tenggelam. Nuh merasa sedih karena
anaknya tidak mau mengikuti ajarannya. Sedangkan menurut Hasan al-Bashri
berpendapat bahwa Kan’an adalah anak tiri Nuh yaitu anak dari isterinya yang durhaka.
Yafith bin Nuh
Ibnu
Thabari menyebutkan istri Yafith bernama Arbasisah binti Marazil bin Al
Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya
Yafith menurunkan 7orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan,
yaitu Gomer, Marihu, Wa’il, Hawwan, Tubal, Hawshil dan Thiras. Anak
perempuan dari Yafith adalah Shabokah.
Sam bin Nuh
Ibnu
Thabari menyebutkan istri Sam bernama Shalib binti Batawil bin Mehujael
bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Sam menurunkan Arfaqsyad,
Asshur, Lud, Elam, dan Aram.
Ham bin Nuh
Ibnu
Thabari menyebutkan istri Ham bernama Nahlab binti Marib bin Al
Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Ham
menurunkan 4 orang anak laki-laki, yaitu Kush, Put, Kanaan dan Qibthy
atau Misraim.
Menurut
Ibnu Ishaq tidak diketahui apakah Aram adalah satu ibu atau dari ibu
yang berbeda dengan anak Sam lainnya. Sam berdiam di Mekkah dan dari
keturunannya yaitu Arpaksyad menurunkan nabi dan rasul. Kemudian dari
nya menurunkan bangsa Arab dan bangsa Mesir kuno. Keturunan Yafith
menjadi raja untuk wilayah non arab seperti Turki, Khazar dan Persia
yang raja terakhirnya adalah Yazdajird bin Shahriyar bin Abrawiz yang
masih merupakan keturunan Gomer bin Yafith bin Nuh.
Keturunan
Sam berdiam di Majdal yang berada di pusat bumi yang daerah tersebut
berada di Satidama (suatu daerah bagian utara Irak atau dibagian Timur
Anatolia), di antara Yaman dan Syria. Tuhan memberikan mereka kitab dan
kenabian serta memberikan warna kulit yang coklat dan putih.
Bangsa ʿĀd
berkembang di suatu lembah yang dinamakan Al-Shihr (Bagian Selatan
Arabia menghadap lautan Hindia) dan dibinasakan disuatu lembah yang
dinamakan Lembah Mughith.
Kemudian
Mahrah menetap di lembah Al-Shihr. Ubayl berkembang di wilayah
Yasthrib, Amalek berkembang di Sana sebelum dinamakan Sana. Beberapa
dari keturunan Amalek kemudian pergi ke Yastrib dan mengusir bangsa
Ubayl, yang kemudian Jubayl berkembang di wilayah Juhfah, tapi banjir
membinasakan mereka sehingga dinamakan wilayah tersebut Al-Juhfah
(tempat penyapuan).
Thamud
berdiam di Hijr dan di sekitarnya dan dibinasakan di sana. Tasm dan
Judays berdiam di Yamamah dan kemudian dibinasakan, ketika Umaym
memasuki wilayah Al Abar (Wabar, suatu tempat di Yaman) dan dibinasakan
di sana. Di sekitar Yamamah dan Al Shihr tidak ada yang bepergian di
sana karena wilayahnya telah dikuasai Jin. Daerah tersebut dikenal
dengan Ubar karena berasal dari nama Abar bin Umaym.
Keturunan
Joktan bin Eber memasuki Yaman dan kemudian menamainya Yaman yang
berarti Selatan. Beberapa kaum dari Kan'an memasuki Syria yang namanya
adalah Al-Sha’m maka dari itu wilayah Syria dahulu dikenal dengan nama Syam.
Diceritakan
dari Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari Ayahnya bahwa Ham menurunkan
keturunan yang berkulit hitam dan berambut keriting. Rambut mereka
tipis. Yafith menurunkan keturunan yang berwajah datar dan bermata kecil
atau sipit, sedangkan Sam menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan
berambut indah.
Cucu Nabi Nuh a.s.
Keturunan Ham
- Kush bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan istri Kush bernama Qarnabil binti Batawil bin Tiras dan darinya menurunkan Habsyah, Hind dan Sind.
- Phut bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan istri Phut bernama Bakht binti Batawil. Put kemudian berdiam bersama keturunan Kush yaitu Hind dan Sind di wilayah India.
- Kan`an bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan istri Kan'an bernama Arsal binti Batawil bin Tiras dan darinya menurunkan bangsa berkulit hitam atau negro, Nubia, Fezzan, Zanj dan Zaghawah.
- Mizraim bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan keturunan Mizraim adalah bangsa Koptik dan Barbar.
- Egyptus binti Ham: Anak Ham yang satu ini adalah seorang wanita.
Keturunan Sam
- Lud
bin Sam: Ibnu Ishaq menyebutkan Lud kawin dengan anak perempuan
Yafith yaitu Shakbah dan melahirkan baginya Faris, Jurjan, dan ras
yang mendiami wilayah Persia. Kemudian dari Lud lahir pula Tasm dan
Imliq tapi tidak diketahui apakah mereka stu ibu atau tidak dengan
Faris bin Lud. Imliq berdiam di wilayah tanah suci.
Imliq kemudian menurunkan bangsa Amalek yang kemudian menyebar di wilayah Uman, Hijaz, Syria dan Mesir. Dari keturunan Lud ini melahirkan bangsa bangsa perkasa di Syria yang disebut dengan bangsa Kanaanit. Dari Lud juga menurunkan Firaun Mesir, penduduk Bahrayn dan ‘Uman yang kemudian dikenal dengan bangs Jasim. Penghuni Madinah seperti Bani Huff, Sa’d bin Hizzan, Banu Matar dan Banu Al-Azraq, Penduduk Najd yaitu Badil dan Rahil, Penduduk Tayma adalah keturunan dari Lud bin Sham.
Bani Umaym bin Lud berdiam di Wabar yang merupakan daerah gurun yang dikenal dengan gurun Alij dan berkembang disana. Kemudian mereka berbuat ingkar disana dan akhirnya Allah menghancurkan mereka. Satu-satunya suku mereka yang tersisa dari bencana tersebut adalah suku Nasnas.
Tasm bin Lud berdiam di Yamamah (kota kuno Bahrayn). Dari keturunan Lud seperti Tasm, Amalek, Umaym dan Jasim menggunakan dialek arab, sedangkan dari keturunan Lud yang lain seperti Faris menggunakan dialek Farsi.
Keturunan Lud bin Sham dan termasuk keturunan Madhay bin Yafith kemudian pergi menuju Gomer dan Gomer kemudian menjaga mereka dan membiarkan mereka berkembang di wilayahnya. Dari bangsa Madhay ini menurunkan bangsa Media yang salah satu rajanya adalah Cyrus Agung.
Salah satu bangsa Barbar adalah keturunan dari Thamila bin Marib bin Faran bin Amr bin imliq bin Lud bin Sham. Bangsa yang pertama kali berbicara dengan bahasa Arab adalah Imliq bin Lud setelah kepindahannya dari Babylonia.
- Aram
bin Sam: Aram bin Shem menurunkan Uz, Mash, Gether dan Hul.
Kemudian Uz menurunkan Gether, ʿĀd dan Ubayl. Gether bin Aram
menurunkan Tsamud dan Judays. Mereka ini berbicara dengan bahasa
Arab Mudari. Mereka ini dikenal dengan Arab Aribah atau Arab asli
karena dari merekalah bahasa Arab berasal. Dari keturunan Aram dan
Lud ini melahirkan bangsa Arab pertama atau bangsa Arab Aribah.
ʿĀd berdiam di gurun disekitar jalan menuju Hadramaut di Yaman. Tsamud memahat pegunungan untuk dijadikan tempat tinggalnya yang berada antara Hijaz dan Syria dan sejauh Wadi al-Qura. Judays mengikuti Tasm dan berdiam di lingkungan Yamamah sampai Bahrayn. Nama Yamamah pada saat itu adalah Jaww. Sedangkan Jasim berdiam di Uman. Mash menurunkan bangsa Nabatea yang silsilahnya adalah Nabit bin Mash bin Aram.
Di Era kaum ʿĀd, mereka dikenal dengan ʿĀd dari Iram, ketika kaum ʿĀd dihancurkan maka kaum Tsamud disebut Iram. Setelah Tsamud dihancurkan keturunan Iram yang tersisa disebut dengan Arman atau Aramean.
- Arfaqsyad
bin Sam: Arpaksyad menurunkan umat-umat pilihan dan darinya
kebanyakan nabi berasal. Ia mempunyai anak yang bernama Qaynam yang
tidak diceritakan di dalam Taurat. Ia tidak diceritakan di dalam
taurat karena ia menyebut dirinya sebagai dewa dan mempelajari
sihir. Qaynam kemudian menurunkan anak yang bernama Shelah, dan
menurunkan Abir. Bagi Abir menurunkan 2 anak, yaitu Peleg atau
Qasim dan Yoktan atau Qahthan yang menurunkan 2 anak, yaitu Ya’rub dan
Yaqtan. Yoktan adalah penguasa pertama atas negeri Yaman.
Arpaksyad juga mempunyai anak yang bernama Nimrod yang mendiami sekitar wilayah Al-Hijr. Sham lahir ketika Nuh berumur 500 tahun, kemudian Arpaksyad lahir ketika Sham berumur 102 tahun. Qaynam lahir ketika umur Arpaksyad 35 tahun, Shelah lahir ketika Qaynam berumur 39 tahun, Eber lahir ketika Shelah berumur 30 tahun.
Yoktan bin Eber bin Shaleh bin Arfaqsyad darinya menurunkan bangsa Hind dan Sind terkemudian. Silsilahnya kembali kepada Buqayin bin Yoktan. Dari Yoktan melahirkan Ya’rub menurunkan Yashjub menurunkan Saba’. Saba’ menurunkan Himyar, Kahlan, ‘Amr, Al-Ash’ar, Anmar, Murr, ‘Amilah. Amr bin Saba menurunkan ‘Adi. ‘Adi menurunkan Lakhm dan Judham.
- Ghalem bin Sam: Dikisahkan bahwa keturunan dari Ghalem ini adalah bangsa Persia.
- Asshur bin Sam: Sedangkan dari Asshur keturunannya adalah menjadi bangsa Assyria.
Keturunan Yafith
- Meshech bin Yafith: Darinya menurunkan Ashban. Menurut Blachere Ashban adalah koloni dari Ishafan yang menetap di Syria, Mesir, Afrika Utara, dan Spanyol.
- Yavan bin Yafith: Darinya menurunkan Slavia dan Burjan atau Bulgar. Bangsa Byzantium adalah keturunan dari Lanta bin Javan.
- Magogh bin Yafith: Dari Magogh inilah bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang telah diramalkan akan datang pada akhir zaman.
- Khatubal bin Yafith
- Ma'za bin Yafith
- Tyrash bin Yafith
Bahtera Nuh
Puluhan tahun Nuh berdakwah, tetapi umatnya tidak mau mengikuti ajarannya dan tetap menyembah berhala. Bahkan mereka sering kali menganiaya Nuh dan pengikutnya. Untuk itu Nuh meminta Allah supaya menurunkan azab bagi mereka. Kemudian dalam kisah tersebut dikatakan bahwa Allah mengabulkan permintaan Nuh. Agar umat Nuh yang beriman terhindar dari azab tersebut, Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Bahtera Nuh dianggap merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.
Menurut Al Qur'an, bahtera Nuh
telah mendarat di Bukit Judi dan banyak perbedaan pendapat mengenai
Bukit Judi tersebut, baik dari para ulama maupun temuan arkeolog. Ada
pendapat yang menunjukkan suatu gunung di wilayah Kurdi atau tepatnya di
bagian selatan Armenia, ada pendapat lain dari Wyatt Archeological
Research, bukit tersebut terletak di wilayah Turkistan Iklim Butan,
Timur laut pulau yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai Jazirah Ibnu
Umar (Tafsir al-Mishbah).
Berdasarkan
foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah perahu yang
sangat besar diperkirakan memiliki luas 7.546 kaki dengan panjang 500
kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi
di atasnya.
- Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan
- Tingkat kedua ditempatkan manusia
- Tingkat ketiga burung-burung
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Nuh
Home » unik » Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni
Bumi?
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Media Metafisika
2 Comments
unik
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Mediametafisika.com - Bagi umat islam kita harus berkeyakinan ini
hanyalah pendapat yang diambil dari ahli tafsir: Bahwa bangsa Atlantis
atau pun Dinasti Rama bukanlah dari ras manusia keturunan Adam. Dialah
yang dinamakan 3 Umat terdahulu sebelum Nabi Adam Yaitu:
-Banul Jan
-Banul Ban
-Dan Ijajil
Dari golongan Jin yang terakhir malah berbadan dan berdarah, dari
golongan 3 umat terdahulu itulah Bumi ini pernah mengalami 3x kiamat.
Perlu dicatat: Bahwa Makhluk pra-sejarah, atau yang sering di sebut
manusia purba bukanlah nenek moyang Zaman sekarang! Nenek moyang kita
adalah Nabi Adam. Manusia purba adalah makhluk sebelum Nabi Adam Namun
bukan manusia seperti kita, Lebih dekat kita sebut sebagai Primata,
mereka mempunyai otak tapi tidak berfikir, melainkan berfungsi seperti
insting seperti pada hewan.
Mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk
Sebelum Adam?
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya
(tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya
Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat
bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami
senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak
mengetahuinya”
Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi
ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan
dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat,
kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk
menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah),
akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang memimpin para
malaikat Jibril Mikail Izroil dan malaikat yang lainnya, untuk
menaklukan Abal Jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah
ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil,
malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk
menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian
tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk
sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,akhirnya semuanya
sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang“aba
wastakbaro”.
Manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di
bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan
makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti
manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan
Banul Jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa
buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti
manusia, yaitu Banul Jan, anak turun Jin, juga Banul Ban anak turun
Dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan
dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari
tempat yang jauh dari anak Adam.
Ditinjau dari segi Archeology :
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum
manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang
lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan
mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang
mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo
Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun
lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian
ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum
Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari
Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada
sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan
teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin
sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang
saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada
juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua
diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari
golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan
berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai
“man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat
kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di
dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh
Al-Maqdisi.
Masa Lampau Sebelum Peradaban Manusia (Bagian I)
sebelum adam ada di bumi
Lanjutan dari artikel Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk yang Menghuni
Bumi?
DAHULU kala, ketika jaman Bani Adam belum ada, sedangkan bumi yang baru
di huni oleh Penghuni Pertama yang di ciptakan dari cahayaNya. Tuhan
telah membuat makhluk baru yang berada di sisiNya, yang bernama Abu Jaan
atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau
anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni
Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir
ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin.
Tuhan bertitah kepada Abu Jaan ini. “Dengan apa kamu meminta kepadaku,
wahai Abu Jaan.”
“Dengan kasih sayang Engkau terhadap hamba ya Tuhan, maka diri Hamba pun
akan berkasih sayang dengan keturunan hamba.” Kata Abu Jaan.
“Apa yang kamu minta dariKu, wahai Abu Jaan. Apakah kamu tahu bahwasanya
kamu baru saja Aku ciptakan dari sejenis api. Tubuhmu dari inti api dan
ruhmu dari cahaya karena setiap roh yang bernyawa aku ciptakan dari
cahaya dari sisiKu.”
”Terima kasih oh Tuhanku yang selalu hamba Agungkan. Hamba meminta tubuh
hamba tidak bisa di lihat oleh seluruh makhluk, kecuali yang Engkau
kehendaki saja yang bisa melihat hamba dan keturunan hamba.” Kata Abu
Jaan.
“Akan ku kabulkan permintaanmu, selain itu apa lagi wahai Abu Jaan.”
“Apakah hamba akan hidup di surga yang hamba tempati saat ini wahai
Tuhanku.”
“Kamu bisa menempati surga ini, begitu juga untuk dirimu saja bisa
terbang sesuka hatimu dan tinggal sesuka hatimu sampai aku perintahkan
dirimu turun ke Bumi. Dan ketika itu keturunanmu tidak akan sanggup
mendatangi tempat ‘Surga Pengangkatan Makhluk’ hanya dirimu saat ini
yang kuat. Setelah kamu menyentuh tanah di bumi, maka kamu menjadi
makhluk bumi dan kamupun akan membuat keturunan dan mati di bumi. Namun,
hanya kamu seorang yang bisa terbang di langit dunia ketika tinggal
dibumi.” Langit dunia adalah Tata Surya seluruh pelosok jagad raya ini.
Singgasana Tuhan berada di luar Tata Surya yang berada di tempat kosong,
tidak ada benda apapun. Itulah di sebut sebagai ArsyNya Tuhan, karena
tempatnya sangat tinggi tidak ada makhluk yang bisa kesana kecuali yang
di kehendaki oleh Tuhan sendiri. Karena Tuhan Maha Berkehendak, bahkan
Iblispun tidak akan sanggup.
“Bolehkah hamba meminta sesuatu ya Tuhanku.”
“Apa itu permintaanmu wahai Abu Jaan”
“Jika hamba Engkau angkat sebagai pemimpin seluruh makhluk di bumi pada
masa hamba, maka hamba meminta salah satu keturunan hamba nantinya yang
bernama Iblis agar Tuhan berkenan dia tinggal di ‘Surga Pengangkatan
Makhluk’. Wahai Tuhanku, jadikanlah dirinya menggantikan hamba dan
berikanlah kecerdasannya seperti yang hamba punya saat ini.”
“Baiklah jika nanti Iblis lahir di Bumi, maka akan Aku angkat dia
disisiKu dan akan aku beri hikmah dari ilmuKu sehingga diapun pandai.
Kekuatannya seperti Penghuni Pertama dan kecerdasannya melebihi
makhlukKu yang nanti aku ciptakan.”
Maka Abu Jaan turun dengan kekasihnya, menghasilkan keturunan yang
sangat banyak. Sambil beribadah kepada Tuhan, beliau juga menjadi guru
bagi anak keturunannya sampai beliau wafat. Setelah keturunan bertambah
banyak, generasi inilah yaitu generasi Banul Jaan yang kuat-kuat dan
cerdas-cerdas. Ilmunya sangat hebat, karena jaman dari Abu Jaan sampai
Banul Jaan yang kuat belum ada pembinasaan dari Tuhan. Jadi ilmu mereka
bertambah terus sesuai bertambahnya umur mereka. Ketika generasinya
Iblis lahir di bumi, para Banul Jaan berkoloni menjadi beberapa bagian.
Maka terciptalah delapan kerajaan di bumi dan satu kerajaan di surga,
total kerajaan itu adalah delapan kerajaan yang sangat besar dan megah
di bumi. Sedangkan Iblis belum mempunyai kerajaan, walaupun dia di sebut
seorang raja karena dia mendiami ‘Surga Pengangkatan Makhluk’.
gambaran surga
Zaman dahulu kala ketika jaman pertengahan Banul Jaan, Bumi masih kering
dan tandus. Zaman ini sendiri ketika Bumi belum terbentuk seperti
sekarang, seperti air laut yang melimpah dan oksigen yang banyak. Air
tawarpun masih sedikit, namun air di laut melimpah tapi tidak semelimpah
seperti sekarang yang sangat-sangat melimpah. Bahkan saat ini lautnya
lebih luas di bandingkan dengan tanahnya sendiri. Dahulu oksigen sangat
tipis karena Banul Jaan adalah makhluk yang menghirup oksigen sangat
sedikit. Walau bagaimanapun jika api ingin menyala tetap saja
membutuhkan udara walaupun itu sangat sedikit sekalipun. Begitulah
kehidupan Banul Jaan yang membutuhkan sedikit oksigen untuk bernafas.
Berbeda dengan manusia yang boros sekali dengan udara dan air.
Setelah kerajaan terbentuk menjadi delapan kerajaan, yaitu kerajaan
kakak-kakaknya Iblis. Karena Iblis sendiri diangkat ke surga seperti
permintaan Bapaknya iblis. Kerajaan ini di bagi menjadi delapan wilayah
di muka Bumi yaitu Kerajaan bagian selatan, kerajaan bagian utara,
kerajaan bagian timur, kerajaan bagian barat, kerajaan bagian bawah atau
dasar Bumi karena mereka bisa menembus ke tanah bahkan bermandikan
dengan magmapun tidak apa-apa karena tubuhnya lebih panas di bandingkan
dengan magma Bumi. Kerajaan bagian atas atau langit Bumi yaitu yang
tinggal di sekitar atmosfer bagian atas Bumi. Kerajaan bagian darat atau
di atas tanah dan kerajaan di air seperti dilaut, danau dan aliran
sungai. Dan yang ke sembilan kerajaan Iblis yaitu berada di sisi Tuhan
tepatnya ‘Surga Pengangkatan Makhluk’, Kerajaan Iblis di luar alam
semesta dunia.
Namun sungguh ironi, kerajaan Banul Jaan di muka Bumi sungguh
disayangkan. Mereka sangat suka perang dan saling membantai dengan yang
lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga suka membantai makhluk lain di
Bumi. Kerajaan satu dengan kerajaan yang lainnya saling menyerang,
mereka berkeinginan menguasai kerajaan yang lain.
Beribu-ribu tahun kerajaan ini melakukan peperangan dan penindasan
dengan kerajaan lain. Ketika terjadi peperangan dari delapan kerajaan
ini, Iblis yang keturunanya paling dimuliakan dari mereka lahir ke dunia
dan seketika itu juga Iblis diangkat ke surgaNya Tuhan. Iblis hidup di
surga dengan para Penghuni Pertama, karena Penghuni Pertama telah di
ciptakan dari cahaya. Penghuni Pertama juga menempati dari Bumi sampai
langit paling atas. Kehidupan mereka mengabdi kepada Tuhannya, salah
satunya adalah mengangkat Arsynya agar menggantung. Inilah yang akan
ditiru oleh Iblis dengan istana yang menggantung di atas permukaan Bumi
yang salah satunya berada di Segitiga Bermuda.
Iblis sangat cerdas dan pandai, dia mempunyai kehebatan yang luar biasa
tiada tandingannya tentunya selain Tuhan sendiri. Bahkan Penghuni
Pertama pun merasa takjub dengan kehebatan yang di miliki Iblis. Suatu
ketika mereka, dua golongan yaitu iblis dengan Golongan Pertama
mengadakan paling lama ibadahnya kepada Tuhan.
Misalnya Jika Golongan Pertama kuat puasa satu hari tanpa makan, maka
iblis kuat dalam tujuh hari tanpa makan. Bayangkan ibadah Iblis kepada
Tuhannya sungguh alim luar biasa. Karena alimnya dia, maka ilmu-ilmu
kegaiban maupun ilmu materi di kuasai Iblis sangat cepat.
Iblis bersumpah di dalam darahnya dan jiwanya, bahwasanya dia akan
bersumpah menjadi penghulu bagi seluruh makhluk di alam semesta ini. Dia
terus berusaha mencari ilmu-ilmu baru dan mencoba ilmu itu sampai mana
keberhasilan dalam mencapi ilmu tersebut. Ilmu Iblis yang paling di
sukai dari sekian dari ilmunya adalah ilmu untuk mengetahui masa depan
dari alam semesta ini.
benarkah sebelum adam ada makhluk lain yang menghuni bumi
Bahkan diapun tahu dengan ilmu ini jika nantinya bakalan ada penghulu
baru menggantikan bangsanya. Diam-diam dia mempelajari dan mengumpulkan
informasi siapa dia sebenarnya dan kehebatan apa yang dimilikinya maupun
kelemahan dia itu apa saja. Memang Iblis adalah makhluk yang pandai
bahkan dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Bumi bagi kerajaan
kakak-kakanya di bawah sana.
Kerajaan-kerajaan Banul Jaan kebanyakan hancur bahkan akan menjadi
neraka bagi bangsa jin yang tidak tahu apa-apa. Mereka adalah bangsa
yang bergolong lemah dan menjadi budak dari bangsa jin yang lebih kuat.
Kehancuran mereka adalah peperangan dan penindasan yang tidak akan
pernah berakhir. Kezaliman mereka di luar batas, bahkan mereka tidak
mengakui jika ada Tuhan yang menciptakan mereka.
Sungguh durhaka mereka kepada Tuhannya yang telah mengasihi mereka
selama ini yaitu tidak adanya kebinasaan bagi mereka. Tuhan telah marah,
bumi bergoyang hebat di sebabkan akan hancurnya bumi itu oleh siksaan
para Banul Jaan yang telah mengotori bumi dari kedurhakaan. Maka Tuhan
mengutus Penghuni Pertama untuk menghukum mereka dan membantai mereka.
Delapan kerajaan ini telah di serang dan diporak-porandakan oleh
Penghuni Pertama. Seluruh pengikut Delapan Kerajaan ini melarikan diri
bahkan ada yang melawan Penghuni Pertama. Namun, bukan tandingannya
untuk melawan Penghuni Pertama, mereka telah di kalahkan. Banyak yang
mati di antara mereka, tubuh mereka yang mati di buang ke tengah laut
bahkan ada yang di buang ke pulau-pulau kecil.
Sedangkan Banul Jaan yang pintar yang telah melarikan diri bersembunyi
di pulau-pulau yang kecil beriklim tropis. Seperti untuk saat ini
bersembunyi di wilayah Indonesia karena negaranya berpulau. Untunglah
yang bersembunyi ini selamat walaupun tidak mempunyai kerajaan lagi,
karena kerajaan mereka hancur luluh.(dari berbagai sumber)
Simak artikel kelanjutannya dari kami berikutnya.
Masa lampau sebelum peradaban manusia bagian II
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Home » unik » Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni
Bumi?
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Media Metafisika
2 Comments
unik
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Mediametafisika.com - Bagi umat islam kita harus berkeyakinan ini
hanyalah pendapat yang diambil dari ahli tafsir: Bahwa bangsa Atlantis
atau pun Dinasti Rama bukanlah dari ras manusia keturunan Adam. Dialah
yang dinamakan 3 Umat terdahulu sebelum Nabi Adam Yaitu:
-Banul Jan
-Banul Ban
-Dan Ijajil
Dari golongan Jin yang terakhir malah berbadan dan berdarah, dari
golongan 3 umat terdahulu itulah Bumi ini pernah mengalami 3x kiamat.
Perlu dicatat: Bahwa Makhluk pra-sejarah, atau yang sering di sebut
manusia purba bukanlah nenek moyang Zaman sekarang! Nenek moyang kita
adalah Nabi Adam. Manusia purba adalah makhluk sebelum Nabi Adam Namun
bukan manusia seperti kita, Lebih dekat kita sebut sebagai Primata,
mereka mempunyai otak tapi tidak berfikir, melainkan berfungsi seperti
insting seperti pada hewan.
Mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk
Sebelum Adam?
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya
(tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya
Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat
bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami
senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak
mengetahuinya”
Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi
ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan
dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat,
kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk
menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah),
akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang memimpin para
malaikat Jibril Mikail Izroil dan malaikat yang lainnya, untuk
menaklukan Abal Jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah
ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil,
malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk
menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian
tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk
sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,akhirnya semuanya
sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang“aba
wastakbaro”.
Manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di
bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan
makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti
manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan
Banul Jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa
buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti
manusia, yaitu Banul Jan, anak turun Jin, juga Banul Ban anak turun
Dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan
dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari
tempat yang jauh dari anak Adam.
Ditinjau dari segi Archeology :
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum
manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang
lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan
mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang
mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo
Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun
lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian
ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum
Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari
Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada
sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan
teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin
sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang
saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada
juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua
diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari
golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan
berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai
“man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat
kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di
dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh
Al-Maqdisi.
Masa Lampau Sebelum Peradaban Manusia (Bagian I)
sebelum adam ada di bumi
Lanjutan dari artikel Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk yang Menghuni
Bumi?
DAHULU kala, ketika jaman Bani Adam belum ada, sedangkan bumi yang baru
di huni oleh Penghuni Pertama yang di ciptakan dari cahayaNya. Tuhan
telah membuat makhluk baru yang berada di sisiNya, yang bernama Abu Jaan
atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau
anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni
Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir
ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin.
Tuhan bertitah kepada Abu Jaan ini. “Dengan apa kamu meminta kepadaku,
wahai Abu Jaan.”
“Dengan kasih sayang Engkau terhadap hamba ya Tuhan, maka diri Hamba pun
akan berkasih sayang dengan keturunan hamba.” Kata Abu Jaan.
“Apa yang kamu minta dariKu, wahai Abu Jaan. Apakah kamu tahu bahwasanya
kamu baru saja Aku ciptakan dari sejenis api. Tubuhmu dari inti api dan
ruhmu dari cahaya karena setiap roh yang bernyawa aku ciptakan dari
cahaya dari sisiKu.”
”Terima kasih oh Tuhanku yang selalu hamba Agungkan. Hamba meminta tubuh
hamba tidak bisa di lihat oleh seluruh makhluk, kecuali yang Engkau
kehendaki saja yang bisa melihat hamba dan keturunan hamba.” Kata Abu
Jaan.
“Akan ku kabulkan permintaanmu, selain itu apa lagi wahai Abu Jaan.”
“Apakah hamba akan hidup di surga yang hamba tempati saat ini wahai
Tuhanku.”
“Kamu bisa menempati surga ini, begitu juga untuk dirimu saja bisa
terbang sesuka hatimu dan tinggal sesuka hatimu sampai aku perintahkan
dirimu turun ke Bumi. Dan ketika itu keturunanmu tidak akan sanggup
mendatangi tempat ‘Surga Pengangkatan Makhluk’ hanya dirimu saat ini
yang kuat. Setelah kamu menyentuh tanah di bumi, maka kamu menjadi
makhluk bumi dan kamupun akan membuat keturunan dan mati di bumi. Namun,
hanya kamu seorang yang bisa terbang di langit dunia ketika tinggal
dibumi.” Langit dunia adalah Tata Surya seluruh pelosok jagad raya ini.
Singgasana Tuhan berada di luar Tata Surya yang berada di tempat kosong,
tidak ada benda apapun. Itulah di sebut sebagai ArsyNya Tuhan, karena
tempatnya sangat tinggi tidak ada makhluk yang bisa kesana kecuali yang
di kehendaki oleh Tuhan sendiri. Karena Tuhan Maha Berkehendak, bahkan
Iblispun tidak akan sanggup.
“Bolehkah hamba meminta sesuatu ya Tuhanku.”
“Apa itu permintaanmu wahai Abu Jaan”
“Jika hamba Engkau angkat sebagai pemimpin seluruh makhluk di bumi pada
masa hamba, maka hamba meminta salah satu keturunan hamba nantinya yang
bernama Iblis agar Tuhan berkenan dia tinggal di ‘Surga Pengangkatan
Makhluk’. Wahai Tuhanku, jadikanlah dirinya menggantikan hamba dan
berikanlah kecerdasannya seperti yang hamba punya saat ini.”
“Baiklah jika nanti Iblis lahir di Bumi, maka akan Aku angkat dia
disisiKu dan akan aku beri hikmah dari ilmuKu sehingga diapun pandai.
Kekuatannya seperti Penghuni Pertama dan kecerdasannya melebihi
makhlukKu yang nanti aku ciptakan.”
Maka Abu Jaan turun dengan kekasihnya, menghasilkan keturunan yang
sangat banyak. Sambil beribadah kepada Tuhan, beliau juga menjadi guru
bagi anak keturunannya sampai beliau wafat. Setelah keturunan bertambah
banyak, generasi inilah yaitu generasi Banul Jaan yang kuat-kuat dan
cerdas-cerdas. Ilmunya sangat hebat, karena jaman dari Abu Jaan sampai
Banul Jaan yang kuat belum ada pembinasaan dari Tuhan. Jadi ilmu mereka
bertambah terus sesuai bertambahnya umur mereka. Ketika generasinya
Iblis lahir di bumi, para Banul Jaan berkoloni menjadi beberapa bagian.
Maka terciptalah delapan kerajaan di bumi dan satu kerajaan di surga,
total kerajaan itu adalah delapan kerajaan yang sangat besar dan megah
di bumi. Sedangkan Iblis belum mempunyai kerajaan, walaupun dia di sebut
seorang raja karena dia mendiami ‘Surga Pengangkatan Makhluk’.
gambaran surga
Zaman dahulu kala ketika jaman pertengahan Banul Jaan, Bumi masih kering
dan tandus. Zaman ini sendiri ketika Bumi belum terbentuk seperti
sekarang, seperti air laut yang melimpah dan oksigen yang banyak. Air
tawarpun masih sedikit, namun air di laut melimpah tapi tidak semelimpah
seperti sekarang yang sangat-sangat melimpah. Bahkan saat ini lautnya
lebih luas di bandingkan dengan tanahnya sendiri. Dahulu oksigen sangat
tipis karena Banul Jaan adalah makhluk yang menghirup oksigen sangat
sedikit. Walau bagaimanapun jika api ingin menyala tetap saja
membutuhkan udara walaupun itu sangat sedikit sekalipun. Begitulah
kehidupan Banul Jaan yang membutuhkan sedikit oksigen untuk bernafas.
Berbeda dengan manusia yang boros sekali dengan udara dan air.
Setelah kerajaan terbentuk menjadi delapan kerajaan, yaitu kerajaan
kakak-kakaknya Iblis. Karena Iblis sendiri diangkat ke surga seperti
permintaan Bapaknya iblis. Kerajaan ini di bagi menjadi delapan wilayah
di muka Bumi yaitu Kerajaan bagian selatan, kerajaan bagian utara,
kerajaan bagian timur, kerajaan bagian barat, kerajaan bagian bawah atau
dasar Bumi karena mereka bisa menembus ke tanah bahkan bermandikan
dengan magmapun tidak apa-apa karena tubuhnya lebih panas di bandingkan
dengan magma Bumi. Kerajaan bagian atas atau langit Bumi yaitu yang
tinggal di sekitar atmosfer bagian atas Bumi. Kerajaan bagian darat atau
di atas tanah dan kerajaan di air seperti dilaut, danau dan aliran
sungai. Dan yang ke sembilan kerajaan Iblis yaitu berada di sisi Tuhan
tepatnya ‘Surga Pengangkatan Makhluk’, Kerajaan Iblis di luar alam
semesta dunia.
Namun sungguh ironi, kerajaan Banul Jaan di muka Bumi sungguh
disayangkan. Mereka sangat suka perang dan saling membantai dengan yang
lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga suka membantai makhluk lain di
Bumi. Kerajaan satu dengan kerajaan yang lainnya saling menyerang,
mereka berkeinginan menguasai kerajaan yang lain.
Beribu-ribu tahun kerajaan ini melakukan peperangan dan penindasan
dengan kerajaan lain. Ketika terjadi peperangan dari delapan kerajaan
ini, Iblis yang keturunanya paling dimuliakan dari mereka lahir ke dunia
dan seketika itu juga Iblis diangkat ke surgaNya Tuhan. Iblis hidup di
surga dengan para Penghuni Pertama, karena Penghuni Pertama telah di
ciptakan dari cahaya. Penghuni Pertama juga menempati dari Bumi sampai
langit paling atas. Kehidupan mereka mengabdi kepada Tuhannya, salah
satunya adalah mengangkat Arsynya agar menggantung. Inilah yang akan
ditiru oleh Iblis dengan istana yang menggantung di atas permukaan Bumi
yang salah satunya berada di Segitiga Bermuda.
Iblis sangat cerdas dan pandai, dia mempunyai kehebatan yang luar biasa
tiada tandingannya tentunya selain Tuhan sendiri. Bahkan Penghuni
Pertama pun merasa takjub dengan kehebatan yang di miliki Iblis. Suatu
ketika mereka, dua golongan yaitu iblis dengan Golongan Pertama
mengadakan paling lama ibadahnya kepada Tuhan.
Misalnya Jika Golongan Pertama kuat puasa satu hari tanpa makan, maka
iblis kuat dalam tujuh hari tanpa makan. Bayangkan ibadah Iblis kepada
Tuhannya sungguh alim luar biasa. Karena alimnya dia, maka ilmu-ilmu
kegaiban maupun ilmu materi di kuasai Iblis sangat cepat.
Iblis bersumpah di dalam darahnya dan jiwanya, bahwasanya dia akan
bersumpah menjadi penghulu bagi seluruh makhluk di alam semesta ini. Dia
terus berusaha mencari ilmu-ilmu baru dan mencoba ilmu itu sampai mana
keberhasilan dalam mencapi ilmu tersebut. Ilmu Iblis yang paling di
sukai dari sekian dari ilmunya adalah ilmu untuk mengetahui masa depan
dari alam semesta ini.
benarkah sebelum adam ada makhluk lain yang menghuni bumi
Bahkan diapun tahu dengan ilmu ini jika nantinya bakalan ada penghulu
baru menggantikan bangsanya. Diam-diam dia mempelajari dan mengumpulkan
informasi siapa dia sebenarnya dan kehebatan apa yang dimilikinya maupun
kelemahan dia itu apa saja. Memang Iblis adalah makhluk yang pandai
bahkan dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Bumi bagi kerajaan
kakak-kakanya di bawah sana.
Kerajaan-kerajaan Banul Jaan kebanyakan hancur bahkan akan menjadi
neraka bagi bangsa jin yang tidak tahu apa-apa. Mereka adalah bangsa
yang bergolong lemah dan menjadi budak dari bangsa jin yang lebih kuat.
Kehancuran mereka adalah peperangan dan penindasan yang tidak akan
pernah berakhir. Kezaliman mereka di luar batas, bahkan mereka tidak
mengakui jika ada Tuhan yang menciptakan mereka.
Sungguh durhaka mereka kepada Tuhannya yang telah mengasihi mereka
selama ini yaitu tidak adanya kebinasaan bagi mereka. Tuhan telah marah,
bumi bergoyang hebat di sebabkan akan hancurnya bumi itu oleh siksaan
para Banul Jaan yang telah mengotori bumi dari kedurhakaan. Maka Tuhan
mengutus Penghuni Pertama untuk menghukum mereka dan membantai mereka.
Delapan kerajaan ini telah di serang dan diporak-porandakan oleh
Penghuni Pertama. Seluruh pengikut Delapan Kerajaan ini melarikan diri
bahkan ada yang melawan Penghuni Pertama. Namun, bukan tandingannya
untuk melawan Penghuni Pertama, mereka telah di kalahkan. Banyak yang
mati di antara mereka, tubuh mereka yang mati di buang ke tengah laut
bahkan ada yang di buang ke pulau-pulau kecil.
Sedangkan Banul Jaan yang pintar yang telah melarikan diri bersembunyi
di pulau-pulau yang kecil beriklim tropis. Seperti untuk saat ini
bersembunyi di wilayah Indonesia karena negaranya berpulau. Untunglah
yang bersembunyi ini selamat walaupun tidak mempunyai kerajaan lagi,
karena kerajaan mereka hancur luluh.(dari berbagai sumber)
Simak artikel kelanjutannya dari kami berikutnya.
Masa lampau sebelum peradaban manusia bagian II
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Home » unik » Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni
Bumi?
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Media Metafisika
2 Comments
unik
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Mediametafisika.com - Bagi umat islam kita harus berkeyakinan ini
hanyalah pendapat yang diambil dari ahli tafsir: Bahwa bangsa Atlantis
atau pun Dinasti Rama bukanlah dari ras manusia keturunan Adam. Dialah
yang dinamakan 3 Umat terdahulu sebelum Nabi Adam Yaitu:
-Banul Jan
-Banul Ban
-Dan Ijajil
Dari golongan Jin yang terakhir malah berbadan dan berdarah, dari
golongan 3 umat terdahulu itulah Bumi ini pernah mengalami 3x kiamat.
Perlu dicatat: Bahwa Makhluk pra-sejarah, atau yang sering di sebut
manusia purba bukanlah nenek moyang Zaman sekarang! Nenek moyang kita
adalah Nabi Adam. Manusia purba adalah makhluk sebelum Nabi Adam Namun
bukan manusia seperti kita, Lebih dekat kita sebut sebagai Primata,
mereka mempunyai otak tapi tidak berfikir, melainkan berfungsi seperti
insting seperti pada hewan.
Mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk
Sebelum Adam?
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya
(tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya
Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat
bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami
senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak
mengetahuinya”
Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi
ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan
dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat,
kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk
menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah),
akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang memimpin para
malaikat Jibril Mikail Izroil dan malaikat yang lainnya, untuk
menaklukan Abal Jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah
ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil,
malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk
menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian
tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk
sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,akhirnya semuanya
sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang“aba
wastakbaro”.
Manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di
bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan
makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti
manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan
Banul Jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa
buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti
manusia, yaitu Banul Jan, anak turun Jin, juga Banul Ban anak turun
Dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan
dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari
tempat yang jauh dari anak Adam.
Ditinjau dari segi Archeology :
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum
manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang
lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan
mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang
mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo
Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun
lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian
ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum
Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari
Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada
sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan
teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin
sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang
saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada
juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua
diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari
golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan
berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai
“man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat
kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di
dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh
Al-Maqdisi.
Masa Lampau Sebelum Peradaban Manusia (Bagian I)
sebelum adam ada di bumi
Lanjutan dari artikel Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk yang Menghuni
Bumi?
DAHULU kala, ketika jaman Bani Adam belum ada, sedangkan bumi yang baru
di huni oleh Penghuni Pertama yang di ciptakan dari cahayaNya. Tuhan
telah membuat makhluk baru yang berada di sisiNya, yang bernama Abu Jaan
atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau
anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni
Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir
ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin.
Tuhan bertitah kepada Abu Jaan ini. “Dengan apa kamu meminta kepadaku,
wahai Abu Jaan.”
“Dengan kasih sayang Engkau terhadap hamba ya Tuhan, maka diri Hamba pun
akan berkasih sayang dengan keturunan hamba.” Kata Abu Jaan.
“Apa yang kamu minta dariKu, wahai Abu Jaan. Apakah kamu tahu bahwasanya
kamu baru saja Aku ciptakan dari sejenis api. Tubuhmu dari inti api dan
ruhmu dari cahaya karena setiap roh yang bernyawa aku ciptakan dari
cahaya dari sisiKu.”
”Terima kasih oh Tuhanku yang selalu hamba Agungkan. Hamba meminta tubuh
hamba tidak bisa di lihat oleh seluruh makhluk, kecuali yang Engkau
kehendaki saja yang bisa melihat hamba dan keturunan hamba.” Kata Abu
Jaan.
“Akan ku kabulkan permintaanmu, selain itu apa lagi wahai Abu Jaan.”
“Apakah hamba akan hidup di surga yang hamba tempati saat ini wahai
Tuhanku.”
“Kamu bisa menempati surga ini, begitu juga untuk dirimu saja bisa
terbang sesuka hatimu dan tinggal sesuka hatimu sampai aku perintahkan
dirimu turun ke Bumi. Dan ketika itu keturunanmu tidak akan sanggup
mendatangi tempat ‘Surga Pengangkatan Makhluk’ hanya dirimu saat ini
yang kuat. Setelah kamu menyentuh tanah di bumi, maka kamu menjadi
makhluk bumi dan kamupun akan membuat keturunan dan mati di bumi. Namun,
hanya kamu seorang yang bisa terbang di langit dunia ketika tinggal
dibumi.” Langit dunia adalah Tata Surya seluruh pelosok jagad raya ini.
Singgasana Tuhan berada di luar Tata Surya yang berada di tempat kosong,
tidak ada benda apapun. Itulah di sebut sebagai ArsyNya Tuhan, karena
tempatnya sangat tinggi tidak ada makhluk yang bisa kesana kecuali yang
di kehendaki oleh Tuhan sendiri. Karena Tuhan Maha Berkehendak, bahkan
Iblispun tidak akan sanggup.
“Bolehkah hamba meminta sesuatu ya Tuhanku.”
“Apa itu permintaanmu wahai Abu Jaan”
“Jika hamba Engkau angkat sebagai pemimpin seluruh makhluk di bumi pada
masa hamba, maka hamba meminta salah satu keturunan hamba nantinya yang
bernama Iblis agar Tuhan berkenan dia tinggal di ‘Surga Pengangkatan
Makhluk’. Wahai Tuhanku, jadikanlah dirinya menggantikan hamba dan
berikanlah kecerdasannya seperti yang hamba punya saat ini.”
“Baiklah jika nanti Iblis lahir di Bumi, maka akan Aku angkat dia
disisiKu dan akan aku beri hikmah dari ilmuKu sehingga diapun pandai.
Kekuatannya seperti Penghuni Pertama dan kecerdasannya melebihi
makhlukKu yang nanti aku ciptakan.”
Maka Abu Jaan turun dengan kekasihnya, menghasilkan keturunan yang
sangat banyak. Sambil beribadah kepada Tuhan, beliau juga menjadi guru
bagi anak keturunannya sampai beliau wafat. Setelah keturunan bertambah
banyak, generasi inilah yaitu generasi Banul Jaan yang kuat-kuat dan
cerdas-cerdas. Ilmunya sangat hebat, karena jaman dari Abu Jaan sampai
Banul Jaan yang kuat belum ada pembinasaan dari Tuhan. Jadi ilmu mereka
bertambah terus sesuai bertambahnya umur mereka. Ketika generasinya
Iblis lahir di bumi, para Banul Jaan berkoloni menjadi beberapa bagian.
Maka terciptalah delapan kerajaan di bumi dan satu kerajaan di surga,
total kerajaan itu adalah delapan kerajaan yang sangat besar dan megah
di bumi. Sedangkan Iblis belum mempunyai kerajaan, walaupun dia di sebut
seorang raja karena dia mendiami ‘Surga Pengangkatan Makhluk’.
gambaran surga
Zaman dahulu kala ketika jaman pertengahan Banul Jaan, Bumi masih kering
dan tandus. Zaman ini sendiri ketika Bumi belum terbentuk seperti
sekarang, seperti air laut yang melimpah dan oksigen yang banyak. Air
tawarpun masih sedikit, namun air di laut melimpah tapi tidak semelimpah
seperti sekarang yang sangat-sangat melimpah. Bahkan saat ini lautnya
lebih luas di bandingkan dengan tanahnya sendiri. Dahulu oksigen sangat
tipis karena Banul Jaan adalah makhluk yang menghirup oksigen sangat
sedikit. Walau bagaimanapun jika api ingin menyala tetap saja
membutuhkan udara walaupun itu sangat sedikit sekalipun. Begitulah
kehidupan Banul Jaan yang membutuhkan sedikit oksigen untuk bernafas.
Berbeda dengan manusia yang boros sekali dengan udara dan air.
Setelah kerajaan terbentuk menjadi delapan kerajaan, yaitu kerajaan
kakak-kakaknya Iblis. Karena Iblis sendiri diangkat ke surga seperti
permintaan Bapaknya iblis. Kerajaan ini di bagi menjadi delapan wilayah
di muka Bumi yaitu Kerajaan bagian selatan, kerajaan bagian utara,
kerajaan bagian timur, kerajaan bagian barat, kerajaan bagian bawah atau
dasar Bumi karena mereka bisa menembus ke tanah bahkan bermandikan
dengan magmapun tidak apa-apa karena tubuhnya lebih panas di bandingkan
dengan magma Bumi. Kerajaan bagian atas atau langit Bumi yaitu yang
tinggal di sekitar atmosfer bagian atas Bumi. Kerajaan bagian darat atau
di atas tanah dan kerajaan di air seperti dilaut, danau dan aliran
sungai. Dan yang ke sembilan kerajaan Iblis yaitu berada di sisi Tuhan
tepatnya ‘Surga Pengangkatan Makhluk’, Kerajaan Iblis di luar alam
semesta dunia.
Namun sungguh ironi, kerajaan Banul Jaan di muka Bumi sungguh
disayangkan. Mereka sangat suka perang dan saling membantai dengan yang
lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga suka membantai makhluk lain di
Bumi. Kerajaan satu dengan kerajaan yang lainnya saling menyerang,
mereka berkeinginan menguasai kerajaan yang lain.
Beribu-ribu tahun kerajaan ini melakukan peperangan dan penindasan
dengan kerajaan lain. Ketika terjadi peperangan dari delapan kerajaan
ini, Iblis yang keturunanya paling dimuliakan dari mereka lahir ke dunia
dan seketika itu juga Iblis diangkat ke surgaNya Tuhan. Iblis hidup di
surga dengan para Penghuni Pertama, karena Penghuni Pertama telah di
ciptakan dari cahaya. Penghuni Pertama juga menempati dari Bumi sampai
langit paling atas. Kehidupan mereka mengabdi kepada Tuhannya, salah
satunya adalah mengangkat Arsynya agar menggantung. Inilah yang akan
ditiru oleh Iblis dengan istana yang menggantung di atas permukaan Bumi
yang salah satunya berada di Segitiga Bermuda.
Iblis sangat cerdas dan pandai, dia mempunyai kehebatan yang luar biasa
tiada tandingannya tentunya selain Tuhan sendiri. Bahkan Penghuni
Pertama pun merasa takjub dengan kehebatan yang di miliki Iblis. Suatu
ketika mereka, dua golongan yaitu iblis dengan Golongan Pertama
mengadakan paling lama ibadahnya kepada Tuhan.
Misalnya Jika Golongan Pertama kuat puasa satu hari tanpa makan, maka
iblis kuat dalam tujuh hari tanpa makan. Bayangkan ibadah Iblis kepada
Tuhannya sungguh alim luar biasa. Karena alimnya dia, maka ilmu-ilmu
kegaiban maupun ilmu materi di kuasai Iblis sangat cepat.
Iblis bersumpah di dalam darahnya dan jiwanya, bahwasanya dia akan
bersumpah menjadi penghulu bagi seluruh makhluk di alam semesta ini. Dia
terus berusaha mencari ilmu-ilmu baru dan mencoba ilmu itu sampai mana
keberhasilan dalam mencapi ilmu tersebut. Ilmu Iblis yang paling di
sukai dari sekian dari ilmunya adalah ilmu untuk mengetahui masa depan
dari alam semesta ini.
benarkah sebelum adam ada makhluk lain yang menghuni bumi
Bahkan diapun tahu dengan ilmu ini jika nantinya bakalan ada penghulu
baru menggantikan bangsanya. Diam-diam dia mempelajari dan mengumpulkan
informasi siapa dia sebenarnya dan kehebatan apa yang dimilikinya maupun
kelemahan dia itu apa saja. Memang Iblis adalah makhluk yang pandai
bahkan dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Bumi bagi kerajaan
kakak-kakanya di bawah sana.
Kerajaan-kerajaan Banul Jaan kebanyakan hancur bahkan akan menjadi
neraka bagi bangsa jin yang tidak tahu apa-apa. Mereka adalah bangsa
yang bergolong lemah dan menjadi budak dari bangsa jin yang lebih kuat.
Kehancuran mereka adalah peperangan dan penindasan yang tidak akan
pernah berakhir. Kezaliman mereka di luar batas, bahkan mereka tidak
mengakui jika ada Tuhan yang menciptakan mereka.
Sungguh durhaka mereka kepada Tuhannya yang telah mengasihi mereka
selama ini yaitu tidak adanya kebinasaan bagi mereka. Tuhan telah marah,
bumi bergoyang hebat di sebabkan akan hancurnya bumi itu oleh siksaan
para Banul Jaan yang telah mengotori bumi dari kedurhakaan. Maka Tuhan
mengutus Penghuni Pertama untuk menghukum mereka dan membantai mereka.
Delapan kerajaan ini telah di serang dan diporak-porandakan oleh
Penghuni Pertama. Seluruh pengikut Delapan Kerajaan ini melarikan diri
bahkan ada yang melawan Penghuni Pertama. Namun, bukan tandingannya
untuk melawan Penghuni Pertama, mereka telah di kalahkan. Banyak yang
mati di antara mereka, tubuh mereka yang mati di buang ke tengah laut
bahkan ada yang di buang ke pulau-pulau kecil.
Sedangkan Banul Jaan yang pintar yang telah melarikan diri bersembunyi
di pulau-pulau yang kecil beriklim tropis. Seperti untuk saat ini
bersembunyi di wilayah Indonesia karena negaranya berpulau. Untunglah
yang bersembunyi ini selamat walaupun tidak mempunyai kerajaan lagi,
karena kerajaan mereka hancur luluh.(dari berbagai sumber)
Simak artikel kelanjutannya dari kami berikutnya.
Masa lampau sebelum peradaban manusia bagian II
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Home » unik » Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni
Bumi?
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Media Metafisika
2 Comments
unik
Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk Lain yang Menghuni Bumi?
Mediametafisika.com - Bagi umat islam kita harus berkeyakinan ini
hanyalah pendapat yang diambil dari ahli tafsir: Bahwa bangsa Atlantis
atau pun Dinasti Rama bukanlah dari ras manusia keturunan Adam. Dialah
yang dinamakan 3 Umat terdahulu sebelum Nabi Adam Yaitu:
-Banul Jan
-Banul Ban
-Dan Ijajil
Dari golongan Jin yang terakhir malah berbadan dan berdarah, dari
golongan 3 umat terdahulu itulah Bumi ini pernah mengalami 3x kiamat.
Perlu dicatat: Bahwa Makhluk pra-sejarah, atau yang sering di sebut
manusia purba bukanlah nenek moyang Zaman sekarang! Nenek moyang kita
adalah Nabi Adam. Manusia purba adalah makhluk sebelum Nabi Adam Namun
bukan manusia seperti kita, Lebih dekat kita sebut sebagai Primata,
mereka mempunyai otak tapi tidak berfikir, melainkan berfungsi seperti
insting seperti pada hewan.
Mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk
Sebelum Adam?
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya
(tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya
Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat
bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami
senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak
mengetahuinya”
Sebelum nabi Adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi
ini adalah bangsa jin yang dikelompokan menjadi Abal Jan dan Banul Jan
dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat,
kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk
menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah),
akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang memimpin para
malaikat Jibril Mikail Izroil dan malaikat yang lainnya, untuk
menaklukan Abal Jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah
ditaklukan akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil,
malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk
menjadikan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian
tersebut adalah nabi Adam akhirnya semuanya diperintah Allah untuk
sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,akhirnya semuanya
sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang“aba
wastakbaro”.
Manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah di
bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan
makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti
manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu Abal Jan dan
Banul Jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa
buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya badan yang sama seperti
manusia, yaitu Banul Jan, anak turun Jin, juga Banul Ban anak turun
Dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan
dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari
tempat yang jauh dari anak Adam.
Ditinjau dari segi Archeology :
Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum
manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang
lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan
mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang
mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo
Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun
lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian
ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum
Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari
Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada
sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan
teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin
sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang
saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada
juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua
diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari
golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan
berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai
“man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat
kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di
dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh
Al-Maqdisi.
Masa Lampau Sebelum Peradaban Manusia (Bagian I)
sebelum adam ada di bumi
Lanjutan dari artikel Benarkah Sebelum Adam, Ada Makhluk yang Menghuni
Bumi?
DAHULU kala, ketika jaman Bani Adam belum ada, sedangkan bumi yang baru
di huni oleh Penghuni Pertama yang di ciptakan dari cahayaNya. Tuhan
telah membuat makhluk baru yang berada di sisiNya, yang bernama Abu Jaan
atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal mula dari Banul Jaan atau
anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul Jaan adalah Penghuni
Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika itu belum lahir
ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa jin.
Tuhan bertitah kepada Abu Jaan ini. “Dengan apa kamu meminta kepadaku,
wahai Abu Jaan.”
“Dengan kasih sayang Engkau terhadap hamba ya Tuhan, maka diri Hamba pun
akan berkasih sayang dengan keturunan hamba.” Kata Abu Jaan.
“Apa yang kamu minta dariKu, wahai Abu Jaan. Apakah kamu tahu bahwasanya
kamu baru saja Aku ciptakan dari sejenis api. Tubuhmu dari inti api dan
ruhmu dari cahaya karena setiap roh yang bernyawa aku ciptakan dari
cahaya dari sisiKu.”
”Terima kasih oh Tuhanku yang selalu hamba Agungkan. Hamba meminta tubuh
hamba tidak bisa di lihat oleh seluruh makhluk, kecuali yang Engkau
kehendaki saja yang bisa melihat hamba dan keturunan hamba.” Kata Abu
Jaan.
“Akan ku kabulkan permintaanmu, selain itu apa lagi wahai Abu Jaan.”
“Apakah hamba akan hidup di surga yang hamba tempati saat ini wahai
Tuhanku.”
“Kamu bisa menempati surga ini, begitu juga untuk dirimu saja bisa
terbang sesuka hatimu dan tinggal sesuka hatimu sampai aku perintahkan
dirimu turun ke Bumi. Dan ketika itu keturunanmu tidak akan sanggup
mendatangi tempat ‘Surga Pengangkatan Makhluk’ hanya dirimu saat ini
yang kuat. Setelah kamu menyentuh tanah di bumi, maka kamu menjadi
makhluk bumi dan kamupun akan membuat keturunan dan mati di bumi. Namun,
hanya kamu seorang yang bisa terbang di langit dunia ketika tinggal
dibumi.” Langit dunia adalah Tata Surya seluruh pelosok jagad raya ini.
Singgasana Tuhan berada di luar Tata Surya yang berada di tempat kosong,
tidak ada benda apapun. Itulah di sebut sebagai ArsyNya Tuhan, karena
tempatnya sangat tinggi tidak ada makhluk yang bisa kesana kecuali yang
di kehendaki oleh Tuhan sendiri. Karena Tuhan Maha Berkehendak, bahkan
Iblispun tidak akan sanggup.
“Bolehkah hamba meminta sesuatu ya Tuhanku.”
“Apa itu permintaanmu wahai Abu Jaan”
“Jika hamba Engkau angkat sebagai pemimpin seluruh makhluk di bumi pada
masa hamba, maka hamba meminta salah satu keturunan hamba nantinya yang
bernama Iblis agar Tuhan berkenan dia tinggal di ‘Surga Pengangkatan
Makhluk’. Wahai Tuhanku, jadikanlah dirinya menggantikan hamba dan
berikanlah kecerdasannya seperti yang hamba punya saat ini.”
“Baiklah jika nanti Iblis lahir di Bumi, maka akan Aku angkat dia
disisiKu dan akan aku beri hikmah dari ilmuKu sehingga diapun pandai.
Kekuatannya seperti Penghuni Pertama dan kecerdasannya melebihi
makhlukKu yang nanti aku ciptakan.”
Maka Abu Jaan turun dengan kekasihnya, menghasilkan keturunan yang
sangat banyak. Sambil beribadah kepada Tuhan, beliau juga menjadi guru
bagi anak keturunannya sampai beliau wafat. Setelah keturunan bertambah
banyak, generasi inilah yaitu generasi Banul Jaan yang kuat-kuat dan
cerdas-cerdas. Ilmunya sangat hebat, karena jaman dari Abu Jaan sampai
Banul Jaan yang kuat belum ada pembinasaan dari Tuhan. Jadi ilmu mereka
bertambah terus sesuai bertambahnya umur mereka. Ketika generasinya
Iblis lahir di bumi, para Banul Jaan berkoloni menjadi beberapa bagian.
Maka terciptalah delapan kerajaan di bumi dan satu kerajaan di surga,
total kerajaan itu adalah delapan kerajaan yang sangat besar dan megah
di bumi. Sedangkan Iblis belum mempunyai kerajaan, walaupun dia di sebut
seorang raja karena dia mendiami ‘Surga Pengangkatan Makhluk’.
gambaran surga
Zaman dahulu kala ketika jaman pertengahan Banul Jaan, Bumi masih kering
dan tandus. Zaman ini sendiri ketika Bumi belum terbentuk seperti
sekarang, seperti air laut yang melimpah dan oksigen yang banyak. Air
tawarpun masih sedikit, namun air di laut melimpah tapi tidak semelimpah
seperti sekarang yang sangat-sangat melimpah. Bahkan saat ini lautnya
lebih luas di bandingkan dengan tanahnya sendiri. Dahulu oksigen sangat
tipis karena Banul Jaan adalah makhluk yang menghirup oksigen sangat
sedikit. Walau bagaimanapun jika api ingin menyala tetap saja
membutuhkan udara walaupun itu sangat sedikit sekalipun. Begitulah
kehidupan Banul Jaan yang membutuhkan sedikit oksigen untuk bernafas.
Berbeda dengan manusia yang boros sekali dengan udara dan air.
Setelah kerajaan terbentuk menjadi delapan kerajaan, yaitu kerajaan
kakak-kakaknya Iblis. Karena Iblis sendiri diangkat ke surga seperti
permintaan Bapaknya iblis. Kerajaan ini di bagi menjadi delapan wilayah
di muka Bumi yaitu Kerajaan bagian selatan, kerajaan bagian utara,
kerajaan bagian timur, kerajaan bagian barat, kerajaan bagian bawah atau
dasar Bumi karena mereka bisa menembus ke tanah bahkan bermandikan
dengan magmapun tidak apa-apa karena tubuhnya lebih panas di bandingkan
dengan magma Bumi. Kerajaan bagian atas atau langit Bumi yaitu yang
tinggal di sekitar atmosfer bagian atas Bumi. Kerajaan bagian darat atau
di atas tanah dan kerajaan di air seperti dilaut, danau dan aliran
sungai. Dan yang ke sembilan kerajaan Iblis yaitu berada di sisi Tuhan
tepatnya ‘Surga Pengangkatan Makhluk’, Kerajaan Iblis di luar alam
semesta dunia.
Namun sungguh ironi, kerajaan Banul Jaan di muka Bumi sungguh
disayangkan. Mereka sangat suka perang dan saling membantai dengan yang
lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga suka membantai makhluk lain di
Bumi. Kerajaan satu dengan kerajaan yang lainnya saling menyerang,
mereka berkeinginan menguasai kerajaan yang lain.
Beribu-ribu tahun kerajaan ini melakukan peperangan dan penindasan
dengan kerajaan lain. Ketika terjadi peperangan dari delapan kerajaan
ini, Iblis yang keturunanya paling dimuliakan dari mereka lahir ke dunia
dan seketika itu juga Iblis diangkat ke surgaNya Tuhan. Iblis hidup di
surga dengan para Penghuni Pertama, karena Penghuni Pertama telah di
ciptakan dari cahaya. Penghuni Pertama juga menempati dari Bumi sampai
langit paling atas. Kehidupan mereka mengabdi kepada Tuhannya, salah
satunya adalah mengangkat Arsynya agar menggantung. Inilah yang akan
ditiru oleh Iblis dengan istana yang menggantung di atas permukaan Bumi
yang salah satunya berada di Segitiga Bermuda.
Iblis sangat cerdas dan pandai, dia mempunyai kehebatan yang luar biasa
tiada tandingannya tentunya selain Tuhan sendiri. Bahkan Penghuni
Pertama pun merasa takjub dengan kehebatan yang di miliki Iblis. Suatu
ketika mereka, dua golongan yaitu iblis dengan Golongan Pertama
mengadakan paling lama ibadahnya kepada Tuhan.
Misalnya Jika Golongan Pertama kuat puasa satu hari tanpa makan, maka
iblis kuat dalam tujuh hari tanpa makan. Bayangkan ibadah Iblis kepada
Tuhannya sungguh alim luar biasa. Karena alimnya dia, maka ilmu-ilmu
kegaiban maupun ilmu materi di kuasai Iblis sangat cepat.
Iblis bersumpah di dalam darahnya dan jiwanya, bahwasanya dia akan
bersumpah menjadi penghulu bagi seluruh makhluk di alam semesta ini. Dia
terus berusaha mencari ilmu-ilmu baru dan mencoba ilmu itu sampai mana
keberhasilan dalam mencapi ilmu tersebut. Ilmu Iblis yang paling di
sukai dari sekian dari ilmunya adalah ilmu untuk mengetahui masa depan
dari alam semesta ini.
benarkah sebelum adam ada makhluk lain yang menghuni bumi
Bahkan diapun tahu dengan ilmu ini jika nantinya bakalan ada penghulu
baru menggantikan bangsanya. Diam-diam dia mempelajari dan mengumpulkan
informasi siapa dia sebenarnya dan kehebatan apa yang dimilikinya maupun
kelemahan dia itu apa saja. Memang Iblis adalah makhluk yang pandai
bahkan dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Bumi bagi kerajaan
kakak-kakanya di bawah sana.
Kerajaan-kerajaan Banul Jaan kebanyakan hancur bahkan akan menjadi
neraka bagi bangsa jin yang tidak tahu apa-apa. Mereka adalah bangsa
yang bergolong lemah dan menjadi budak dari bangsa jin yang lebih kuat.
Kehancuran mereka adalah peperangan dan penindasan yang tidak akan
pernah berakhir. Kezaliman mereka di luar batas, bahkan mereka tidak
mengakui jika ada Tuhan yang menciptakan mereka.
Sungguh durhaka mereka kepada Tuhannya yang telah mengasihi mereka
selama ini yaitu tidak adanya kebinasaan bagi mereka. Tuhan telah marah,
bumi bergoyang hebat di sebabkan akan hancurnya bumi itu oleh siksaan
para Banul Jaan yang telah mengotori bumi dari kedurhakaan. Maka Tuhan
mengutus Penghuni Pertama untuk menghukum mereka dan membantai mereka.
Delapan kerajaan ini telah di serang dan diporak-porandakan oleh
Penghuni Pertama. Seluruh pengikut Delapan Kerajaan ini melarikan diri
bahkan ada yang melawan Penghuni Pertama. Namun, bukan tandingannya
untuk melawan Penghuni Pertama, mereka telah di kalahkan. Banyak yang
mati di antara mereka, tubuh mereka yang mati di buang ke tengah laut
bahkan ada yang di buang ke pulau-pulau kecil.
Sedangkan Banul Jaan yang pintar yang telah melarikan diri bersembunyi
di pulau-pulau yang kecil beriklim tropis. Seperti untuk saat ini
bersembunyi di wilayah Indonesia karena negaranya berpulau. Untunglah
yang bersembunyi ini selamat walaupun tidak mempunyai kerajaan lagi,
karena kerajaan mereka hancur luluh.(dari berbagai sumber)
Simak artikel kelanjutannya dari kami berikutnya.
Masa lampau sebelum peradaban manusia bagian II
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.mediametafisika.com/2013/06/benarkah-sebelum-adam-ada-makhluk-lain.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.

nice post
ReplyDelete